Sebenarnya saya tidak punya kriteria khusus mencari seseorang yang akan menjadi imam saya kelak (suami red), yang penting ada chemistry dert dert dert :pOrangtua pun juga tidak punya kriteria macam-macam. Paling ada beberapa nasehat sambil bercanda ehe. Misalnya:1. Jangan merokokMungkin karena ayah tidak merokok jadi ayah kurang suka kalo menantunya merokok. Nggak sehat pikirnya.Ok, tidak masalah! Saya juga nggak suka suami saya perokok. Toss sama ayah2. Jangan senama dengan nama ayah (Sukiman).Ok, sejauh ini belum pernah jatuh cinta sama orang yang punya nama sama kayak ayah he.3. Orang sumateraKalo bisa orang Bengkulu atau paling tidak satu pulau. Biar nggak ribet pulkam kalo lebaran >.
Eropa with(out) you >o<
Posted: October 25, 2011 in family, Future wowan, dream, motivation, It, memories‘kemana aja sih’, dia menarik koper hitam besar menghampiri saya yang terengah-engah menghampirinya juga.
Saya cuma diam mengkeret.
‘Kita pergi ke eropa’, katanya lagi.
Saya sangat senang karena ajakannya.
Setiba di eropa, di penginapan, kami meletakkan koper dan bawaan. Kemudian turun makan. Ketika mulai menyusuri jalan yang di kiri-kanan resto yang menjual berbagai masakan ala eropa, dia berkata lagi.
‘penginapan sama pesawat biar dibayarin, tapi kalo makan bayar sendiri!’ katanya garang :’(
Padahal saya cuma bawa atm dan belum menukar uang rupiah ke mata uang euro.
Meski dia berkata garang sejak awal keberangkatan tetapi tetap saja saya masih mengikutinya. Setelah makan, kami mulai berjalan di sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga khas eropa. Rumputnya hijau, halus dan memanjang ke atas. Entah bunga apa itu, tak sempat saya menanyakan pada wisatawan lain yang berada di sekeliling kami.
Lalu akhirnya kami mendaki gunung kalimanjaro, untung kami berkunjung saat musim semi. Bunga-bunga mulai mekar, burung-burung riuh bernyanyi halah.
Saya senang sekali. Saya terbangun, dan berakhir semua mimpi indah itu.
Anehnya saya tidak menangis kali ini ketika memimpikannya lagi :’< mungkin karena di mimpi itu dia mengajak saya ke eropa.
Saya menghubunginya via sms meski dia tidak membalasnya.
Emm, saya akan kesana ke eropa with or without you. Fufufu
Bahkan jika kau menjelma sebagai titik di peta aku akan tetap mengenalinya.
Vocal Mariah Carey
Title Without You
No I can’t forget this evening
Or your face as you were leaving
But I guess that’s just the way
The story goes
You always smile but in your eyes
Your sorrow shows
Yes it shows
No I can’t forget tomorrow
When I think of all my sorrow
When I had you there
But then I let you go
And now it’s only fair
That I should let you know
What you should know
I can’t live If living is without you
I can’t live I can’t give anymore
I can’t live If living is without you
I can’t give I can’t give anymore
Well I can’t forget this evening
Or your face as you were leaving
But I guess that’s just the way
The story goes
You always smile but in your eyes
Your sorrow shows
Yes it shows
I can’t live If living is without you
I can’t live I can’t give any more
I can’t live If living is without you
I can’t give I can’t give anymore
Tujuan Pendidikan: Menjadikan Manusia Seutuhnya
Posted: May 2, 2011 in Daily activity, materi kuliah, UncategorizedTags: 02 mei, hardiknas, hari pendidikan nasional, pendidikan, tujuan pendidikan

Bergabung dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) menuntut saya untuk lebih mengenal hal-hal yang berkaitan tentang pendidikan. Apalagi aktifitas yang saya lakukan sebelumnya, di PKPU, lebih banyak bersinggungan dengan dunia sosial-kemanusiaan. Tentu saya harus lebih banyak belajar.
Hari ini, Senin 02 Mei 2011 saya dan staf lainnya melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan peran dan fungsi staf dalam rangka meningkatkan kinerja sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
Dalam amanat upacara, Ibu Kepala LPMP Sa’adah Ridwan menyampaikan bahwa LPMP, yang merupakan bagian dari kementerian pendidikan, harus turut meningkatkan kompetensinya dalam mencapai tujuan pendidikan: menjadikan manusia seutuhnya.
“Kompetensi yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal yang meliputi 3 aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Aspek afektif adalah yang berasal dari hati (iman), kognitif bersumber dari akal/ pikiran, dan psikomotorik yang bersumber dari tindakan. Sehingga jika ketiga aspek tersebut terintegrasi menjadi satu diharapkan menjadi sebuah kompetensi yang efektif dalam rangka meningkatkan tujuan pendidikan tersebut. Yaitu, menjadikan manusia yang seutuhnya. Utuh secara afektif (hati), kognitif (akal), psikomotorik (tindakan).
Sudah sepatutnya tenaga pendidik baik struktural maupun fungsional, dari diri sendiri terlebih dahulu, meningkatkan kompetensi tersebut. Semata-mata untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan: Menjadikan manusia seutuhnya baik secara hati, akal, maupun tindakan.”
Begitulah amanat yang upacara yang saya ikuti pagi ini. Hari ini saya beljar bahwa segala yang diusahakan dalam dunia pendidikan bernilai luhur. Semata-mata untuk menjadikan manusia seutuhnya baik itu hati, akal, maupun tindakan. Semoga saya bisa mengemban amanat ini. aamiin
*Untuk seluruh praktisi pendidikan ^^
Kate (Yetty) yang menunggu
Posted: April 28, 2011 in Daily activity, family, Future wowan, dream, motivation, It, memories, sakinahDi sebuah liputan berita malam di sebuah station TV swasta saya mengetahui sedikit informasi mengenai Kate yang tak lain merupakan calon putri kerajaan Inggris. Sosok Kate yang merupakan kekasih dari Pangeran Inggris, William, sejak 10 tahun lalu menjadi bahan pembicaraan terhangat belakangan ini menjelang pernikahannya jum’at 29 April 2011.
Kate, dalam informasi publik, dijuluki Kate yang menunggu. Sepuluh (10) tahun ia menunggu pangeran William menikahinya dan sekaligus menjadikannya putri di kerajaan inggris. Kate diberitakan tetap setia dan menunggu meski kebersamaannya dengan pangeran William selama 10 tahun tersebut tidaklah utuh (putus-sambung red). Ia tetap menunggu pangeran William dari perang Iran, ia tetap menunggu sampai akhirnya pangeran William benar-benar mempersuntingnya.
Diberitakan pula, keduanya memiliki kegemaran yang sama yaitu berolahraga dan melakukan aktivitas sosial saat di kampus dan hal itu pula yang memperkuat hubungan mereka. Dan sepuluh tahun sudah Kate menunggu.
Usai melihat liputan berita malam itu, saya seolah-olah berasa seperti Kate :p. Yap, alih-alih Kate yang menunggu >,,<. Saya akan bersabar menjadi Yetty yang menunggu.
Selepas maghrib dan menunaikan ritual sholat, tilawah, makan malam dan lainnya, saya dan keluarga lebih banyak menghabiskan waktu di ruang belakang. Kami berkumpul meski dengan aktivitas yang berbeda-beda: Ayah yang masih menanyai kenapa saya sering kali meninggalkan HP, Mama sibuk menimpali program-program TV, Ayuka dengan benang-benang sulamnya. Apapun aktivitasnya kami berkumpul di ruang belakang.
Seperti biasa, kami mulai menonton program trans 7 ‘On the spot’. Kami menyukai program ini, selain unik program ini kurang lebih menambah pengetahuan. Jarang ada program tv edukatif tapi juga dikemas dengan apik.
Pada Rabu malam (tepatnya tadi malam) program ini menampilkan 7 peristiwa yang misterius, salah satunya adalah Yeti: Manusia Salju penunggu Gunung Himalaya >,,<.
Jadi begitulah saudara-saudara, nama saya bermula bukan karena mama saya terinspirasi sama penjaga gunung Himalaya itu loh (Alhamdulillah).
Kemudian mama saya bercerita lagi. Sewaktu saya masih SD kelas 4an gitu, bidan Neti ini pindah tugas ke Riau ikut suaminya yang diamanahkan menjadi pimpinan BI perwakilan Riau. Ketika bidan berpamitan dengan Mama, beliau menanyakan bagaimana perkembangan saya. Mama pun bercerita kalau saya suka menari dan menyanyi
.
“wah, wah. Sayang, tape dan radio sudah saya kasih sama yang lain”. Bidan Neti menyayangkan karena belum lama ia menghibahkan perabotan rumahnya kepada yang lain.
Ternyata ia benar-benar serius ingin menghadiahi saya tape atau radio, meskipun akhirnya ia menitipkan sejumlah uang pada mama untuk dibelikan radio atau tape.
Tapi ternyata mama tidak menukarkan uang itu dengan radio atau tape melainkan dengan menempah mukena imut 2 lembar plus kain bawahannya. Satu untuk saya, dan satu untuk ayuka. Karena mama khawatir, anak yang lain akan meminta radio atau tape pula jika saya yang hanya dibelikan dan mama juga sudah membicarakan hal tersebut kepada bidan Neti.
Ini loh mukena yang alih-alih pemberian dari sang bidan itu ![]()

Apapun pemberiannya, tentu saja saya senang meski bukan hadiah tape atau radio yang saya dapat. Syukur juga, mungkin saya sudah jadi penyanyi bila benar-benar dibelikan radio atau tape pribadi
. Saya senang karena bidan tersebut masih ingat saya, dan mau memberi saya hadiah radio atau tape karena mama bilang saya suka menyanyi dan menari >,<. Kejadian ini seperti kisah Dumbledore, di buku Harry Potter ke-7,mewasiatkan memberi Deluminator kepada Ron Weasley.
“Kepada Ronald Bilius Weasley, saya mewariskan Deluminator saya, dengan harapan dia akan mengingat saya ketika menggunakannya”.*)
Insya Allah saya semakin suka dengan nama ‘Yetty’ karena dengan begitu mama dan saya akan selalu ingat dengan bidan Neti yang turut membantu proses kelahiran saya. Dimanapun ia berada saya berharap bisa bertemu dengannya suatu saat nanti, dan saya berdo’a semoga ia lewat profesinya terus mengabdi, dan membantu proses kelahiran bayi dimanapun ia berada. Tulisan ini saya persembahkan, untuk bidan Neti. Terimakasih bunda Neti^^.
Withluv,
Yetty Pebrina
www.yetty.wordpress.com
)* Dalam buku Harry Potter Ke-7 berjudul Harry Potter dan Relikui Kematian hal 172
Lebih Cakap Menjadi Orangtua
Posted: April 26, 2011 in Daily activity, family, Future wowan, dream, motivation, It, teknologiTags: tekno, teknologi
Sudah beberapa kali tetangga saya beserta anaknya datang ke rumah untuk membuat tugas/ PR dari gurunya. Habsyi namanya, Ia siswa kelas 4 SD di SD IT 2. Ia ke rumah saya untuk menyelesaikan tugas TI nya. Pertama kali dia datang adalah membuat cover buku dengan menggunakan corel. Saya sempat tercengang dibuatnya >,< belajar corel euy kelas 4 SD.
Saya mengawasinya saja, jika dia sedikit kesulitan atau jika ia sudah selesai dan meminta printkan gambar yang telah selesai dibuat maka saya baru membantunya.
Sembari menunggui Habsyi menyelesaikan tugasnya, Ibunya bercerita dengan mama saya tentang sedikit kewalahannya mengimbangi proses belajar anaknya. Saya tersenyum tipis mendengar curhatan ibu muda tersebut. Tentu saya mengerti kesulitan yang ia hadapi. Dari segi fasilitas (computer/laptop), kemampuan mengoperasikan komputer, tentu harus ia punya dan kuasai untuk mendampingi anaknya belajar.
Setelah corel, beberapa hari selanjutnya habsy kembali ke rumah dan meminta tolong saya untuk membuka sebuah aplikasi bernama tux paint. Aplikasi ini sejenis paint bawaan windows, bedanya tools-nya lebih lengkap dengan fitur-fitur pendukung dalam menggambar/ design grafis yang lengkap pula.
“Saya tidak mengerti tugas Habsy” Ibunya berkomentar
Sampai di sini saya semakin mengerti bahwa orangtua harus memiliki kecakapan untuk mendidik putra-putrinya. hfffffp
— — —
Untuk menambah kecakapan kita untuk mendidik generasi bangsa, tidak ada salahnya jika saya juga mulai belajar berbagai hal
termasuk aplikasi Tux Paint ini. Buat teman-teman yang tertarik mari kita bersama belajar mengunakan aplikasi ini.
Pertama, install aplikasi Tux Paint yang bisa diunduh di sini. Setelah diinstall, buka aplikasi Tux Paint tersebut seperti gambar di bawah ini

Setelah itu akan muncul tampilan seperti di bawah ini

Aplikasi ini terdapat tool yang memilki fungsi yang berbeda-beda pula tentunya, dan akan saya uraikan seperti berikut ini:
1. Paint berisi kumpulan shapes (bentuk-bentuk kotak, segitiga, bintang, dll)
2. Stamp berisi banyak picture (gambar) sesuai kategori: kendaraan, flora, fauna, aneka rumah, planet, profesi, dll
3. Lines berisi aneka jenis garis
4. Shapes berisi kumpulan bentuk-bentuk seperti kotak, panah, segitiga dll seperti yang ada di tool paint
5. Abc text digunakan untuk menuliskan kata-kata
6. Magic berisi kumpulan efek-efek sehingga gambar yang dibuat lebih berseni
7. Undo untuk menghapus aksi yang telah dilakukan
8. Redo untuk kembali pada keadaan sebelum undo
9. Eraser untuk menghapus
10. New untuk membuat kanvas baru
11. Open untuk membuka file yang pernah di buat pada tux paint
12. Save untuk menyimpan
13. Print untuk mencetak gambar
14. Quit untuk keluar dari aplikasi
Setelah mengenal berbagai jenis tool tersebut, saya mencoba membuat sebuah gambar. Pertama, saya membuat rumputnya. Rumput dapat diambil dari tool magic
Aplikasi ini dipermudah dengan bantuan atau tutorial singkat setiap kali kita mengklik tools, seperti tulisan di bawah ini.
![]()
Setelah itu saya menambahkan bunga (flower) masih dari tool magic, kumbang dari

Kemudian saya menambahkan rel, kereta api, rumah kincir angin, dan kuda. Setelah mengklak-klik tool ini saya dapat menyimpulkan aplikasi ini sangat bagus untuk membantu anak belajar mengenal berbagai macam gambar. Tidak hanya itu, aplikasi ini disertai suara dan pengucapan benda/ gambar tersebut dalam bahasa inggris. Seperti gambar di bawah ini.

Muncul tulisan A hourse ketika saya menambahkan kuda di kanvas, dan disertai ringkihan kuda. Untuk mengulang suara dan pengucapan dapat mengklik 2 tombol di atas tangan penguin di bawah ini.

Untuk memperbesar dan memperkecil ukuran dapat mengklik gambar seperti sinyal hp di bawah ini

Untuk mempermanis bisa ditambahkan matahari, burung, kupu-kupu, dan pelangi.
Silahkan di eksplor lebih lanjut dengan buah hati, atau keponakan, atau adik, atau siapa saja. Lewat aplikasi ini kita bisa belajar mengenalkan jenis-jenis bentuk, gambar, cuaca, profesi, seni perpaduan warna. Selain itu kita bisa mengenalkan pengucapan benda tersebut dalam bahasa inggris beserta bunyi benda jika benda tersebut memang mengeluarkan bunyi di kehidupan sehari-hari.
Silahkan di eksplor lebih lanjut dengan buah hati, atau keponakan, atau adik, atau siapa saja. Lewat aplikasi ini kita bisa belajar mengenalkan jenis-jenis bentuk, gambar, cuaca, profesi, seni perpaduan warna. Selain itu kita bisa mengenalkan pengucapan benda tersebut dalam bahasa inggris beserta bunyi benda jika benda tersebut memang mengeluarkan bunyi di kehidupan sehari-hari.
MENJADI IBU, PENDIDIK MANUSIA YANG PERTAMA-TAMA
Posted: April 21, 2011 in Daily activity, Future wowan, dream, motivation, It
Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tetapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum perempuan, agar perempuan lebih cakap menjalankan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. (Penggalan Surat R. A Kartini kepada Prof. Anton & Nyonya).
Penggalan surat di atas merupakan salah satu surat R. A Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Eropa yang kemudian pada tahun 1911 dibukukan di Belanda dengan judul Duisternis tot Licht (Dari Gelap Menuju Cahaya). Kemampuannya berbahasa asing dan kegemarannya menulis surat mampu menyuarakan pemikirannya: pentingnya pengajaran dan pendidikan yang layak bagi perempuan. Pemikirannya ini turut membuat Kartini menjadi icon pahlawan perempuan sepanjang masa di Indonesia bahkan diakui dunia internasional.
Dalam suratnya ia bercerita tentang permohonannya mengusahakan pengajaran dan pendidikan yang kerap dituding menyalahi dan melupakan kodrat perempuan: menjadi istri dan ibu dalam keluarga. Lewat surat pula ia menegaskan bahwa pengajaran dan pendidikan yang ia perjuangkan bagi anak-anak perempuan adalah semata-mata agar perempuan lebih cakap menjalankan kewajibannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.
Kartini dengan kedudukannya sebagai putri Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seharusnya punya pengaruh kuat untuk melakukan apa-apa yang ia inginkan. Tetapi tidak untuk satu hal ini: pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan! Di masanya, anak-anak perempuan tidak diperkenankan untuk mengecap pendidikan layaknya lelaki. Anak-anak ini lebih banyak menghabiskan waktunya di dapur dan membatik.
Tidak ada yang salah dengan bekerja di dapur dan membatik, hanya saja ini persoalan kesempatan. Kesempatan untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas. Memang, wawasan tidak harus didapat dari bangku sekolah tetapi di sekolahlah ruang paling luas untuk merasai pengajaran dan pendidikan. Karena di sekolah pulalah: buku-buku, yang memuat tentang wawasan, itu dapat diperoleh. Itu yang tidak didapat oleh anak-anak perempuan di masanya!!! Dan itu yang Kartini usahakan: kesempatan bukan persamaan gender yang sering kali menjebak pada pemahaman emansipasi yang salah.
Sudah saatnya pemaknaan emansipasi dikembalikan pada substansinya, tidak sekedar terjebak dengan penuntutan persamaan. Seperti yang tertulis dalam suratnya: bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya…,… agar perempuan lebih cakap menjalankan kewajibannya. Tentu Kartini menginginkan perempuan lebih cakap menjalankan kewajibannya bukan mengalami kemunduran apalagi meninggalkan kewajiban tersebut.
Kini, kesempatan yang sama telah terbuka sangat lebar bagi perempuan untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan. Kesempatan yang sama ini pula mengantarkan perempuan untuk merasai berbagai peran yang semula hanya ditekuni laki-laki.
Jika Kartini dengan surat-suratnya berhasil mengantarkan perempuan keluar dari gelap menuju cahaya, tentu saja seharusnya Kartini-kartini muda saat ini dengan peran-peran yang dijalani mampu melebihi fase itu. Perempuan-perempuan dengan kesempatan tak terbatas, wawasan yang luas, pemikiran yang lugas, serta kemampuan yang cakap di bidangnya masing-masing tentu akan lebih berperan dalam menyuarakan perubahan dan perkembangan yang baik bagi dunia.
Namun begitu, bagaimanapun menariknya peran-peran yang ditekuni seorang perempuan tentu saja peran sebagai ibu: pendidik manusia yang pertama-tama adalah sebaik-baik peran. Untuk mendidik dan membesarkan generasi yang lebih bercahaya. Peran yang alam sendiri pun menyerahkannya pada tangan mulia bernama perempuan.
Dalam rangka mengikuti lomba essai peran wanita di era digital hasfapublisher dan hasfriends.
Saya Akan Tetap Belajar :)
Posted: April 18, 2011 in memoriesTags: 19042010, beljar, broken, heart, love, menghitung, poem
Dengan anda, saya belajar menghitung
1, …, 9
Kita melupakan angka 0, katanya
Oh iya, Saya menanggapi dengan antusias
Kita kembali menghitung
0, …, 4, …, 20
Sebaiknya kita kembali ke angka 10, lagi-lagi anda meminta mengulang.
Baik 10, saya menimbang sebelum memutuskan kami harus mengulang menghitung.
Tidak bisakah kita belajar menambahkan, mengurangi?
Mengali dan membagi?
Saya memberikan tawaran, berharap Anda menyetujui
Atau jika sulit, kita bisa melanjutkannya…
Saya menambahkan dengan cepat
Anda diam, lama sekali… hingga hari ini.
Dan saya tetap belajar meski tanpa Anda
Tentu bukan menambah saja,
atau mengurang saja,
atau mengali, atau membagi seperti yang saya tawarkan pada anda.
Tetapi semua: Fisika, kimia, b. inggris, programming, design, dll.
Saya akan tetap belajar
*setahun 19042010
Double Why (Y_Y)
Saya merasa kesamaan huruf awalan dari nama sepasang kekasih merupakan kesamaan yang tidak biasa dan itu melengkapi kesempurnaan jodoh mereka dari Tuhan.
Seperti itu pula Ayah & Mama saya. Sukiman & Susmihayati, sama-sama memiliki kesamaan huruf awal S dan satu suku kata. Bukan hanya Ayah & Mama saya yang memiliki kesamaan seperti itu, bahkan beberapa teman-teman saya ada yang seperti itu. Sebut saja Dizartika & Dani, Aini & Adi, siapa lagi ya yang sama awalanya mmmmm *berpikir dengan waras eh keras*. Yah ternyata cuma sedikit ya. Nah, disitu uniknya saya pikir. Suatu kesamaan yang tidak terduga menjadi kado yang manis untuk pernikahan sepasang kekasih tersebut hohoho.
Terlintas (bukan selalu) pula di pikiran saya untuk mempunyai suami yang memiliki awalan yang sama dan dua suku kata: Y untuk Yetty Pebrina
. Kelak saya akan memakai liontin Y yang selama ini saya simpan di dompet >,< jika suami saya benar-benar berinisial Y :p. Seperti kisah Jun Pyo & Jan Di dalam BBF, saya ingin seperti itu rasa-rasanya.
Tetapi kenyataannya??? Entahlah saya pesimis
) bukan hanya karena sulit untuk mencari inisial Y yang sekaligus cocok dengan yang saya harapkan tetapi itu seperti menyempitkan pandangan saya tentang sosok manusia. Selain itu, jika double why disandingkan akan terlihat seperti wajah seorang yang bersedih (Y_Y).
Simbol double why (Y_Y) ini seperti memvisualisasikan, di pikiran saya, bahwa double why merupakan pasangan yang sulit dan tidak menemukan kebahagian :’(. Mungkin inisial saya bukan Y tapi Mungkin R dari kata Rina (panggilan kecil) atau A dari kata Ana (panggilan sayang dari Mama) atau N dari kata Nyet (panggilan sayang teman-teman sekolah) atau S dari kata Sabrina (nama tambahan dari Pak Panji). Waduh jadi banyak inisialnya
).
Tapi, Siapa pun dengan inisial apapun (tak lagi) menjadi penting bagi saya :’(. Karena Adam & Hawa berbeda inisial, Muhammad & Khadijah, Ali & Fatimah, Romeo & Juliet pun begitu. Mereka memiliki cinta meski tak memiliki inisial nama yang sama.
Untuk mereka yang dianugerahi kesamaan awalan nama dari Tuhan, berbahagialah
. Saya akan tetap menilainya itu istimewa. Postingan itu saya tujukan untuk kalian, terkhusus untuk Ayah & Mama, untuk cinta yang tetap dipertahankan hingga kini. Terima Kasih^^.


