‘kemana aja sih’, dia menarik koper hitam besar menghampiri saya yang terengah-engah menghampirinya juga.
Saya cuma diam mengkeret.
‘Kita pergi ke eropa’, katanya lagi.
Saya sangat senang karena ajakannya.
Setiba di eropa, di penginapan, kami meletakkan koper dan bawaan. Kemudian turun makan. Ketika mulai menyusuri jalan yang di kiri-kanan resto yang menjual berbagai masakan ala eropa, dia berkata lagi.
‘penginapan sama pesawat biar dibayarin, tapi kalo makan bayar sendiri!’ katanya garang :’(
Padahal saya cuma bawa atm dan belum menukar uang rupiah ke mata uang euro.
Meski dia berkata garang sejak awal keberangkatan tetapi tetap saja saya masih mengikutinya. Setelah makan, kami mulai berjalan di sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga khas eropa. Rumputnya hijau, halus dan memanjang ke atas. Entah bunga apa itu, tak sempat saya menanyakan pada wisatawan lain yang berada di sekeliling kami.
Lalu akhirnya kami mendaki gunung kalimanjaro, untung kami berkunjung saat musim semi. Bunga-bunga mulai mekar, burung-burung riuh bernyanyi halah.
Saya senang sekali. Saya terbangun, dan berakhir semua mimpi indah itu.
Anehnya saya tidak menangis kali ini ketika memimpikannya lagi :’< mungkin karena di mimpi itu dia mengajak saya ke eropa.
Saya menghubunginya via sms meski dia tidak membalasnya.
Emm, saya akan kesana ke eropa with or without you. Fufufu
Bahkan jika kau menjelma sebagai titik di peta aku akan tetap mengenalinya.
